Nurmalia Siregar

Guru bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Tambang Jl. Bupati Desa Kualu Kecamatan Tambang kabupaten Kampar Provinsi Riau . Menulis di akun media sosi...

Selengkapnya
Insiden Berbuah Pelajaran

Insiden Berbuah Pelajaran

Hari ini setelah menemani siswa-siswaku mengikuti English Festival yang di taja oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, aku merasa sedikit lelah. Begitu sampai di rumah aku duduk-duduk dengan anak-anak diruang tengah, menulis sambil menemani anak-anak membaca buku. Karena mataku terasa berat dan kepala agak pusing, aku berbaring leyeh-leyeh sebentar. Ternyata aku ketiduran.

Begitu terbangun aku shock melihat ruang tengah yang dipenuhi oleh rambut yang berserakan di mana-mana, termasuk di atas meja makan, sehingga sebagian makanan terkotori dengan potongan-potongan rambut. Aku seketika speechless, tak tahu apa yang sedang terjadi. Aku pun tak tahu mau ngomong apa serta tak mengerti mau berbuat apa. Aku masih terbengong-bengong.

Anak bungsuku menunjuk anakku yang nomor tiga, Davi, yang masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar, lalu seketika aku berpaling dan tadaaaa... Ternyata dia sedang memegang gunting dan sedang sibuk menggunting rambutnya sendiri hingga sebagian kepalanya botak. MasyaAllaah. Aku masih belum bisa bicara apa-apa. Masih kupandangi dia, bertanya-tanya dalam hati apa yang harus aku lakukan.

Kemudian aku mendekatinya "Anak bunda sayang, kalo potong rambut jangan di dalam rumah, apalagi di dekat meja makan"

"Lihat rambutnya berserakan di mana-mana" lanjutku

Anakku masih diam, kemudian aku memberikan ruang tengah, setelah bersih aku ambil cermin besar, lalu kusuruh dia bercermin, dia seketika terpaku melihat bayangannya sendiri di cermin. Dia tampak shock dan seketika kehilangan kepercayaan diri.

"Lain kali kalo ingin potong rambut ngomong ke bunda, biar bunda bawa Davi ke tukang pangkas!" kataku

"Oke, sekarang makan dulu yaa, nanti setelah makan kita ke Tukang Pangkas rambut" kuambil kan sepiring nasi berikut lauknya.

Anakku masih bergeming, dia tidak mau memakan makanan yang sudah kusediakan. Tampaknya dia menyesal. Lalu tiba-tiba dia berlari ke arah kamar mandi. Terdengar air diciduk dengan penuh emosi, sepertinya dia sedang melampiaskan perasaan dan emosinya. Aku biarkan saja dia. Tak berapa lama dia keluar kamar mandi. Kuambilkan handuk dan pakaian.

Akupun berkemas, setelah kulihat dia berpakaian rapi, akupun mengajaknya ke tukang pangkas beserta adik bungsunya. Sepanjang perjalanan dia selalu menundukkan pandang, merasa tidak percaya diri.

"Nak, lain kali kalo mau pangkas bilang sama bunda biar Davi pangkasnya di Tukang Pangkas"

"Sekarang kita rapikan rambutnya ditukang pangkas, insyaallah nanti Davi makin ganteng" aku mencoba untuk terus menyemangatinya.

Sesampainya di Tukang Pangkas, dia masih merajuk dan tidak mau dipangkas. Aku biarkan dulu dia menenangkan hatinya, mungkin dia masih belum merasa baik. Hampir setengah jam kemudian dia masih belum mau dipangkas, saya persilahkan pelanggan yang lain untuk duluan.

Setelah penuh perjuangan, akhirnya saya berhasil membujuknya. Tukang pangkas terpaksa membotakknya karena dia memotong rambutnya sampai kandas. Melihat kepalanya botak, dia semakin down dan tidak percaya diri. Dia tampak galau bahkan tidak mau menatap dirinya di cermin besar yang ada di tempat tukang pangkas. Aku khawatir kalau dia menangis histeris.

Aku memutar otak mencoba mencari solusinya. Dan akhirnya aku menemukan solusi yang menurutku sangat jitu, aku bujuk anak bungsuku agar mau dipangkas botak seperti abangnya. Awalnya si bungsu menolak keras, tapi setelah berbagai rayuan pulau kelapa akhirnya dia menyerah dan bersedia kepalanya digundul. Melihat adiknya juga gundul seperti dirinya, si abang merasa punya kawan senasib sepenaggungan, akhirnya tumbuh rasa percaya dirinya.

Aku lega, masalah ini akhirnya terpecahkan. Dan aku kembali mengingatkan Davi untuk tidak berbuat sesukanya karena dia sendiri yang akan menanggung akibatnya.

.

.

­čôŁNurmalia Siregar

Pekanbaru, 27.10.2018

Saturday, 05.00 PM

Note: di Repost ,karena yang di post sebelumnya terhapus tanpa sengaja

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Oh, ini yang terhapus ya bunda. Saya juga suka tulisan ini.

03 Nov
Balas

Masyaallaah.. Terimakasih atas apresiasinya bunda. Barakallaah

03 Nov

Hehehehe....Bunda yang hebattt....selalu saja ada cara untuk memgembalikan kepercayandiri anak-anak....salam sehat n sukses untuk Bunda Nur dan keluarga

03 Nov
Balas

Masyaallaah bunda... Bunda Marlupi juga insyaallaah seorang ibu yang hebattt... Semoga sehat dan sukses.. Barakallaah

03 Nov

Begitulah bunda, anak-anak memang selalu punya sejuta cerita. Semoga Davi dan saudara-saudaranya menjadi generasi emas yang qurrota a'yun. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

03 Nov
Balas

Masyaallaah.. Bunda Raihana selalu menjadi sumber inspirasiku. Syukron wa jazakillahu khoiron atas doanya bunda. Semoga selalu sehat dan sukses. Barakallaah bunda.

03 Nov

Oh ini yg hilang kemarin yah bund, gak pa pa bunda, aku tetap baca kok, lucu anak anaknya. Sukses selalu dan barakallah

03 Nov
Balas

Masyaallaah, terimakasih atas. Kunjungan dan apresiasinya bunda. Barakallaah.

03 Nov

Hi..hi...olala..salam cubit buat Davi and the brothes...you are a good children....from aunt Rini yang cantik dan imut-imut...

03 Nov
Balas

Hallo aunty... Semoga Aunty makin sehat dan sukses dan juga cantiiikkk hihihi...barakallaah

03 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali