Nurmalia Siregar

Guru bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Tambang Jl. Bupati Desa Kualu Kecamatan Tambang kabupaten Kampar Provinsi Riau . Menulis di akun media sosi...

Selengkapnya
Percakapan Indah di sebuah Senja Jingga

Percakapan Indah di sebuah Senja Jingga

Hari Rabu sore kemarin seperti biasanya aku menjemput anak ku yang nomor dua, Faiz biasanya dia dipanggil dan sekarang duduk di kelas 6 Sekokah Dasar.

Begitu aku sampai di sekolahnya dia berlari-lari menghampiriku, "Faiz, yang namanya Arif itu (bukan namas yang sebenarnya) yang mana ya anaknya?" aku bertanya.

"Kenapa bunda kok tanya Arif, emangnya ada apa?" dia malah balik bertanya

"Bunda pengen tau aja faiz, kamu nih ditanya malah balik nanya" aku tertawa

"Dia dah dijemput mamanya tadi bunda" faiz juga ikut tertawa

"Orangnya kayak apa faiz? Arif tuh badannya kecil ya? " tanyaku lagi

"Eh, kok bunda nanya-nanya Aris terus sih? Iya, Aris tuh kecil badannya. Emang ada apa sih? Apa karena dia dibully ya?" faiz lagi-lagi balik bertanya

"Lho? Emang dia bully ya? Siapa yang bully? " tanyaku

"Kawan-kawanku bunda"

"Kenapa dia dibully?"

"Sebenarnya mereka sedang bermain dan becanda seperti biasanya bunda, tapi kadang ada yang kelewatan becandanya. Trus ada yang pake dorong-dorong dan nendang-nendang gitu, si Arisnya kan badannya kecil, jadi gak bisa lawan dia"

"Ohhhh, gitu yaaa? kamu kan main sama dia juga, trus kami ikutan bully dia juga?"

"Nggak lah bunda"

"Lho? Kenapa kok kamu gak ikutan bully dia?"

"Iihhhh, bunda nih gimana sih? Bully tuh kan bukan perbuatan baik bunda. Bully tuh perbuatan tercela bunda. Kok malah aku disuruh ikutan bully Aris sih" Faiz menatapku dengan tidak percaya dan sedikit memvonis

"Bunda gak nyuruh faiz ikutan bully. Bunda kan cuma nanya apa faiz ikutan bully apa gak. Ya udahlah, kita pulang sekarang" aku tertawa, Faiz naik ke motor dan kami pun pulang.

Di perjalanan, aku membuka percakapan kembali.

"Bunda bangga sama Faiz, karena Faiz sudah bersikap sangat benar, Faiz gak ikut-ikutan membully Aris" kataku

"Coba bayangin kalo seandainya faiz yang dibully? Pasti sakit hati kan" aku bertanya

"Ya pastilah sakit hatilah bunda. Semua orang pasti sakit hati kalo diejek dan diperlakukan dengan tidak baik" Faiz menjelaskan dengan bijaksana.

"Faiz suka kalo ada yang bully Faiz?"

"Ihhh, ya nggak sukalah bunda. Pasti sakit hatilah! Kan dah Faiz bilang tadi"

"Sebab itulah, kita harus bersikap baik kepada sesama, sehingga orang lain pun akan bersikap baik juga kepada kita" aku memberinya penguatan

Percakapan END

_________________

NOTE; Sebenarnya aku sudah tahu sebelumnya kalau Aris tuh mengalami pembullyan, yang dilakukan oleh kawan-kawannya yang bertubuh lebih besar darinya. Aku hanya ingin tahu tahu reaksi dan sikap Faiz terhadap peristiwa pembullyan itu. Dan saat peristiwa ini kutulis dan kuposting di sini, masalah pembullyan ini sudah diselesaikan dengan baik dan bijaksana oleh pihak sekolah.

.

.

____________

­čôŁNurmalia Siregar

Pekanbaru, 27.10.2018

Friday, 08.00 PM

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Parenting yang luar biasa...jadi tambah ilmu untuk saya yang masih belajar jadi ibu. Jazakillah

27 Oct
Balas

Syukron Faiz, cuma percakapan ringan antara ibu dan anak yang terjadi sehari-hari. Barakallaah bunda...

27 Oct

Masyaa Allah,bunda. Selalu ada pesan sarat makna. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah,bunda.

27 Oct
Balas

Syukron wa jazakillahu khoiron bunda Raihana. Semoga sehat dan sukses selalu. Barakallaah bunda

27 Oct

Ibu yang bijak dan cerdas, bisa menanamkan sikap yang bagus dengan cara tak langsung. Hingga anak tidak merasa diinterogasi apalagi ditekan. Bagus bu Nurmalia, aku suka.

27 Oct
Balas

Terimakasih atas apresiasi dan atensinya bunda... Tulisan ini hanya percakapan ringan yanh terjadi sehari-hari antara ibu dan anak. Barakallaah

27 Oct

Luar biasa bunda. Barakallah

27 Oct
Balas

Terimakasih bunda.. Barakallaah

27 Oct

Luar biasa bunda.. Menginspirasi.. Barakallaah

28 Oct
Balas

Terimakasih bunda. Barakallaah

01 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali